Kuku bersih dan terawat akan terlihat cantik. Tapi, merawat kuku bukan sekadar bagian dari ritual kecantikan. Kondisi kuku ternyata juga bisa menjadi indikator kesehatan.
Seperti dikutip dari laman Times of India, gejala-gejala ini berbeda dari penyakit kuku, karena tanda-tanda ini mungkin hanya memperingatkan Anda tentang penyakit dalam tubuh yang mungkin tidak disadari. Meskipun kuku itu sendiri hanyalah sebuah jaringan yang mati, area di bawah kutikula dan kuku hidup dan daerah-daerah sekitarnya membuat kuku rentan terhadap kerusakan atau infeksi. Maka penyakit dengan mudah dapat terlihat lewat cerminan kuku.
Spesialis Dermatologi, Dr Nina Madnani menjelaskan, "Ketika memeriksa pasien, kami juga memeriksa kuku. Seperti kulit, kuku merupakan indikator yang sangat baik dari apa yang terjadi di dalam tubuh Anda. Jika kuku Anda sehat, halus dan merah muda dengan permukaan agak melengkung, tubuh Anda mungkin sehat juga."
Meskipun perubahan kuku menunjukkan berbagai kondisi, perubahan ini jarang merupakan gejala awal. Ketidaknormalan kuku lainnya juga seringkali tidak berbahaya. Seperti misalnya, tidak semua orang dengan kuku yang pucat mengalami hepatitis.
"Perubahan warna atau bentuk bisa disebabkan beberapa alasan. Salah satunya, akibat dari infeksi kuku lokal. Sebagai contoh, kuku menguning bisa karena penggunaan cat kuku berlebihan atau pengeras kuku, namun bisa juga mengindikasikan hepatitis," kata Dr Nina.
Kuku juga cenderung menyerap berbagai zat, sehingga warna kuku mudah mengalami perubahan. Misalnya, pada perokok atau orang yang sering berurusan dengan bahan kimia tertentu. "Jika terjadi perubahan warna kuku, kami juga perlu mengidentifikasi latar belakang pasien, agar diagnosisnya lebih tepat," kata Dermatolog Dr Sunil Tahiliani.
Lantas, kapan perlu khawatir? Menurut Dr Sunil, Anda perlu memeriksakan kondisi tubuh ke dokter jika, perubahan warna atau tekstur kuku terjadi dalam waktu lama, atau bahkan permanen.
Berikut ini, ciri-ciri kuku yang bisa mengindikasi suatu penyakit:
- Jika memiliki kuku rapuh, kemungkinan tubuh mengalami kekurangan zat besi. Kondisi ini juga bisa dijadikan indikator defisiensi biotin, gangguan ginjal, tiroid atau masalah sirkulasi darah.
- Kuku cekung (bengkok ke dalam) adalah gejala kekurangan zat besi dan vitamin B12.
- Jika permukaan kuku tidak mulus atau berkerut bisa menunjukkan Anda kekurangan Vitamn C. Kondisi ini juga dapat menandakan psoriasis, atau kurangnya asam folat dan protein.
- Kuku membiru. Kuku dengan semburat warna biru bisa menunjukkan, tubuh kekurangan oksigen. Hal ini juga dapat mengindikasikan infeksi paru-paru, seperti pneumonia.
- Kuku memerah. Jika kulit di sekitar kuku tampak merah dan mengembang, hal ini biasanya akibat radang lipatan kuku. Kemungkinan hal ini merupakan akibat penyakit lupus atau kelainan jaringan yang lain.
- Kuku dengan garis hitam di tengahnya. Garis hitam di tengah di bawah kuku perlu diperiksa secepat mungkin. Kadang-kadang kondisi ini disebabkan melanoma, jenis kanker kulit paling berbahaya.
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Friday, June 10, 2011
Penyebab Seseorang Mengeluarkan Keringat Darah
Keringat normalnya berupa cairan yang tidak berwarna. Tapi beberapa orang bisa mengalami keringat darah. Ketakutan yang amat sangat atau stres yang maha besar diduga menjadi pemicu manusia mengeluarkan keringat darah.
Kasus orang yang mengalami keringat darah terbilang langka. Kondisi ini disebut dengan hematidrosis (sweat blood) yang pada beberapa kondisi tertentu bisa disebabkan oleh penyakit lain atau mengalami tekanan darah tinggi.
Dr Frederick Zugibe, ahli forensik dari New York menuturkan hematidrosis adalah salah satu efek samping yang ekstrem dari respons fight or flight. Sebagian besar terjadi ketika seseorang mengalami stres kecemasan atau ketakutan yang teramat dalam, seperti dikutip dari Howstuffworks, Sabtu (26/2/2011).
Kecemasan dan ketakutan yang begitu kuat bisa menyebabkan pembuluh darah kecil yang menyuplai ke kelenjar keringat menjadi ketat dan mengecil, sehingga ketika pembuluh darah melebar akan terjadi pendarahan.
Pada saat sedang stres umumnya keringat yang keluar akan lebih banyak, dan ketika pembuluh darah sudah melebar kembali maka keringat yang keluar di permukaan kulit akan bercampur dengan darah yang membuat orang menyebutnya keringat darah.
Berkeringat darah memang bisa menakutkan dan sangat langka. Tapi biasanya kondisi ini berkaitan dengan penyakit lain seperti hemochromatosis, yaitu kondisi bahaya
yang mana zat besi banyak terbentuk dan disimpan dalam tubuh sehingga membuat seseorang rentan terhadap hematidrosis.
Selain itu ada pula teori lain yang menyebutkan bahwa kecemasan atau ketakutan ekstrem yang dialami seseorang menyebabkan pelepasan suatu bahan kimia yang bisa
memecah kapiler di dalam kelenjar keringat. Akibatnya ada sejumlah kecil pendarahan sehingga keringat yang keluar disertai dengan darah.
Dr Zugibe menuturkan beberapa kasus terkait dengan hematidrosis dilaporkan terjadi ketika seseorang mengalami ketakutan menjelang hukuman eksekusi serta ada juga
akibat takut badai saat tengah berlayar.
Efek yang terjadi di tubuh terkait dengan hematidrosis ini meliputi kelemahan, dehidrasi ringan hingga sedang serta kecemasan tinggi yang membuat seseorang berkeringat hingga keringat darah. [health.detik.com]
Kasus orang yang mengalami keringat darah terbilang langka. Kondisi ini disebut dengan hematidrosis (sweat blood) yang pada beberapa kondisi tertentu bisa disebabkan oleh penyakit lain atau mengalami tekanan darah tinggi.
Dr Frederick Zugibe, ahli forensik dari New York menuturkan hematidrosis adalah salah satu efek samping yang ekstrem dari respons fight or flight. Sebagian besar terjadi ketika seseorang mengalami stres kecemasan atau ketakutan yang teramat dalam, seperti dikutip dari Howstuffworks, Sabtu (26/2/2011).
Kecemasan dan ketakutan yang begitu kuat bisa menyebabkan pembuluh darah kecil yang menyuplai ke kelenjar keringat menjadi ketat dan mengecil, sehingga ketika pembuluh darah melebar akan terjadi pendarahan.
Pada saat sedang stres umumnya keringat yang keluar akan lebih banyak, dan ketika pembuluh darah sudah melebar kembali maka keringat yang keluar di permukaan kulit akan bercampur dengan darah yang membuat orang menyebutnya keringat darah.
Berkeringat darah memang bisa menakutkan dan sangat langka. Tapi biasanya kondisi ini berkaitan dengan penyakit lain seperti hemochromatosis, yaitu kondisi bahaya
yang mana zat besi banyak terbentuk dan disimpan dalam tubuh sehingga membuat seseorang rentan terhadap hematidrosis.
Selain itu ada pula teori lain yang menyebutkan bahwa kecemasan atau ketakutan ekstrem yang dialami seseorang menyebabkan pelepasan suatu bahan kimia yang bisa
memecah kapiler di dalam kelenjar keringat. Akibatnya ada sejumlah kecil pendarahan sehingga keringat yang keluar disertai dengan darah.
Dr Zugibe menuturkan beberapa kasus terkait dengan hematidrosis dilaporkan terjadi ketika seseorang mengalami ketakutan menjelang hukuman eksekusi serta ada juga
akibat takut badai saat tengah berlayar.
Efek yang terjadi di tubuh terkait dengan hematidrosis ini meliputi kelemahan, dehidrasi ringan hingga sedang serta kecemasan tinggi yang membuat seseorang berkeringat hingga keringat darah. [health.detik.com]
Benjolan Putih Di Kelopak Mata
Pertanyaan Pasien:
Jawaban Dokter Umum:
Informasi Luar Negeri:
Pertanyaan Pasien:
Jawaban Dokter:
Saya mau bertanya tentang benjolan putih (bening) yang terdapat dipojok
kiri bola mata saya.Dampak Yang saya rasakan selama ini mata saya
sering terasa gatal dan kadang-kadang keluar air mata.juga kalau saya
melihat kearah depan seolah-olah ada bintik hitam banyak sekali.
Sebenarnya Penyakit apa yang ada pada mata saya Dok,
Mohon penjelasannya.
Jawaban Dokter Umum:
Hello Bung Indra,
Bentuk dari benjolan atau yg anda katakan bintik perlu dilihat baru bisa
dilakukan analisa lebih lanjut.
Mengenai mata yg seperti berbintik hitam banyak, bisa juga bermacam - macam, dimulai dg kekuranagn vit A, kelainan tekanan cairan mata, gejala
Glaucoma sampai pada gejala kerusakan dini sayaraf mata.
Kalau boleh saya anjurkan anda sesegra mungkin memeriksakan kesehatan
mata anda ke klinik lengkap mata yg ada, agar bisa cepat ditanggulangi
Semoga bermanfaat.
Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.
Informasi Luar Negeri:
Pertanyaan Pasien:
Saya mempunyai benjolan putih kecil di kelopak mata saya.
Saya telah pertama saya untuk sementara. Tepat di tepi kelopak mata atas. Adakah membawa banyak kesenangan liner …
Sekarang aku sudah lain, tidak jauh dari itu.
Lalu aku punya satu atau dua di mata saya yang lain, tapi sampai kemudian di tutup.
Selain, beberapa yang lebih kecil daripada yang tidak begitu hits terbesar dalam eeyes saya.
Ini sangat aneh dan jujur benar-benar menjengkelkan. Ini adalah bintik-bintik putih kecil.
Aku cuba untuk mengambil diskaun tetapi tidak keluar. Ini adalah rasa sakit di pantat kerana makeup saya tidak tentang mereka, dan mereka kotor. Ada jerawat atau atau apa pun. Hal ini tidak merah sama sekali. Hanya putih. Kulit putih-ish ..
Saya hanya tujuh belas. Aku tidak tahu apa yang mereka. Mereka mengganggu walaupun.
Terima kasih atas balasan!
Jawaban Dokter:
Mereka disebut milia. Pada dasarnya ini adalah pori-pori diisi dengan lemak (yang menghasilkan kulit), tapi tidak ada pembukaan. Cara yang biasa untuk keluar ini adalah bahawa Peirce dengan nee steril! penanganannya dan menariknya keluar. Saya tidak menyarankan anda lakukan sendiri. doktor kulit mungkin boleh melakukannya untuk anda atau sangat berpengalaman estetika. Mereka boleh disebabkan oleh penggunaan berat comedogenic (penyumbatan pori), krim, tapi kadang-kadang orang hanya jahitan menjadi rentan terhadap mereka. Mata cenderung sebahagian besar masalah dan bahkan lebih pada orang yang memakai kacamata. Ini biasanya tidak menghilang sendiri tentu saja.
Tanpa Kaki Mendaki Hingga Puncak Himalaya
Kehilangan 2 kaki tak pernah membuat Mark Inglis patah semangat. Hanya dengan mengandalkan sepasang kaki palsu, pendaki gunung asal Selandia Baru ini masih sanggup menaklukkan puncak-puncak tertinggi di dunia termasuk Mount Everest (puncak tertinggi di Himalaya).
Mark Inglis yang saat ini berusia 51 tahun datang ke Indonesia untuk memotivasi para difabel agar tidak patah semangat menjalani hidup.
Dari cara berjalannya yang lincah, tak ada kesan sama sekali bahwa sesungguhnya pria berusia 51 tahun ini tidak memiliki kaki. Namun ketika celananya agak diangkat, Mark Inglis tampak lebih mirip 'robot' dengan kaki palsu yang seluruhnya terbuat dari besi.
Mark, demikian ia biasa dipanggil, adalah seorang peneliti sekaligus pendaki gunung profesional yang aktif berpetualang sejak tahun 1979. Sepanjang karirnya, pria asal Selandia Baru ini juga sering terlibat dalam kegiatan Search and Rescue (SAR).
Malapetaka menghampirinya pada tahun 1982, saat usianya baru 23 tahun. Bersama seorang rekannya yang bernama Philip Doole, kedua pendaki ini terjebak dalam gua es di puncak tertinggi Selandia Baru, Mount Cook National Park yang tingginya lebih dari 3.000 mdpl.
Keduanya terjebak bukan hanya satu atau dua jam saja, melainkan hampir 2 minggu lamanya. Malang bagi Philip yang akhirnya tewas dalam musibah itu, sementara Mark boleh bersyukur nyawanya masih terselamatkan meski kedua kakinya yang 'mati' harus diamputasi sebatas lutut karena membeku.
Sejak saat itu, Mark terpaksa harus menggunakan kaki palsu untuk dapat beraktivitas. Ia mengaku tak butuh waktu lama untuk beradaptasi hingga bisa berdiri, namun untuk bisa berjalan ia harus membiasakan diri selama bertahun-tahun.
Berkat ketekunannya, Mark akhirnya bisa mendaki gunung lagi pada tahun 2002. Gunung pertama yang dijelajahinya dengan kaki palsu adalah Mount Cook di Selandia Baru, gunung yang 10 tahun sebelumnya telah menewaskan salah satu rekannya dan merampas kedua kakinya.
Sejumlah gunung tinggi ia panjat sejak saat itu, termasuk puncak Cho Oyu di Nepal yang tingginya 8.201 mdpl dan merupakan puncak tertinggi ke-6 di dunia. Namun yang paling mencengangkan adalah pada 2006, Mark sukses menaklukkan puncak tertinggi dunia, mana lagi kalau bukan Mount Everest.
"Saya adalah pendaki gunung, kaki palsu bukan alasan untuk berhenti mendaki. Saya tidak ada kesulitan sama sekali dengan kaki palsu ini, saya bisa menggerakkannya seperti kaki asli," ungkap Mark saat ditemui dalam International Conference on Prosthetics and Orthotics di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2011).
Sambil sesekali mendemonstrasikan kaki palsunya, Mark menjelaskan bahwa ekspedisi ke Mount Everest ia lakukan hanya dalam waktu relatif singkat. Hanya dalam 47 hari, ia sudah berhasil menyelesaikan ekspedisi yang dilakukannya bersama 11 anggota tim lainnya.
Bagi kaum difable (different ability), kaki palsu dan alat bantu gerak lainnya sangat membantu memperbaiki kualitas hidupnya. Sayangnya, di Indonesia belum banyak yang memproduksi sehingga kebutuhan akan alat bantu gerak atau prostesis masih mengandalkan import dari luar negeri.
"Prostesis yang diproduksi di dalam negeri kira-kira masih di bawah 5 persen, selebihnya harus impor. Sumber daya manusianya juga masih terbatas karena baru ada 2 sekolah yang mencetak tenaga profesional untuk prostesis yakni Poltekkes Surakarta dan Poltekkes Jakarta," ungkap Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih usai membuka konferensi yang baru pertama kalinya digelar di Indonesia tersebut. [health.detik.com]
Mark Inglis yang saat ini berusia 51 tahun datang ke Indonesia untuk memotivasi para difabel agar tidak patah semangat menjalani hidup.
Dari cara berjalannya yang lincah, tak ada kesan sama sekali bahwa sesungguhnya pria berusia 51 tahun ini tidak memiliki kaki. Namun ketika celananya agak diangkat, Mark Inglis tampak lebih mirip 'robot' dengan kaki palsu yang seluruhnya terbuat dari besi.
Mark, demikian ia biasa dipanggil, adalah seorang peneliti sekaligus pendaki gunung profesional yang aktif berpetualang sejak tahun 1979. Sepanjang karirnya, pria asal Selandia Baru ini juga sering terlibat dalam kegiatan Search and Rescue (SAR).
Malapetaka menghampirinya pada tahun 1982, saat usianya baru 23 tahun. Bersama seorang rekannya yang bernama Philip Doole, kedua pendaki ini terjebak dalam gua es di puncak tertinggi Selandia Baru, Mount Cook National Park yang tingginya lebih dari 3.000 mdpl.
Keduanya terjebak bukan hanya satu atau dua jam saja, melainkan hampir 2 minggu lamanya. Malang bagi Philip yang akhirnya tewas dalam musibah itu, sementara Mark boleh bersyukur nyawanya masih terselamatkan meski kedua kakinya yang 'mati' harus diamputasi sebatas lutut karena membeku.
Sejak saat itu, Mark terpaksa harus menggunakan kaki palsu untuk dapat beraktivitas. Ia mengaku tak butuh waktu lama untuk beradaptasi hingga bisa berdiri, namun untuk bisa berjalan ia harus membiasakan diri selama bertahun-tahun.
Berkat ketekunannya, Mark akhirnya bisa mendaki gunung lagi pada tahun 2002. Gunung pertama yang dijelajahinya dengan kaki palsu adalah Mount Cook di Selandia Baru, gunung yang 10 tahun sebelumnya telah menewaskan salah satu rekannya dan merampas kedua kakinya.
Sejumlah gunung tinggi ia panjat sejak saat itu, termasuk puncak Cho Oyu di Nepal yang tingginya 8.201 mdpl dan merupakan puncak tertinggi ke-6 di dunia. Namun yang paling mencengangkan adalah pada 2006, Mark sukses menaklukkan puncak tertinggi dunia, mana lagi kalau bukan Mount Everest.
"Saya adalah pendaki gunung, kaki palsu bukan alasan untuk berhenti mendaki. Saya tidak ada kesulitan sama sekali dengan kaki palsu ini, saya bisa menggerakkannya seperti kaki asli," ungkap Mark saat ditemui dalam International Conference on Prosthetics and Orthotics di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2011).
Sambil sesekali mendemonstrasikan kaki palsunya, Mark menjelaskan bahwa ekspedisi ke Mount Everest ia lakukan hanya dalam waktu relatif singkat. Hanya dalam 47 hari, ia sudah berhasil menyelesaikan ekspedisi yang dilakukannya bersama 11 anggota tim lainnya.
Bagi kaum difable (different ability), kaki palsu dan alat bantu gerak lainnya sangat membantu memperbaiki kualitas hidupnya. Sayangnya, di Indonesia belum banyak yang memproduksi sehingga kebutuhan akan alat bantu gerak atau prostesis masih mengandalkan import dari luar negeri.
"Prostesis yang diproduksi di dalam negeri kira-kira masih di bawah 5 persen, selebihnya harus impor. Sumber daya manusianya juga masih terbatas karena baru ada 2 sekolah yang mencetak tenaga profesional untuk prostesis yakni Poltekkes Surakarta dan Poltekkes Jakarta," ungkap Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih usai membuka konferensi yang baru pertama kalinya digelar di Indonesia tersebut. [health.detik.com]
Hati - Hati! Obat Palsu Ada di Mana-mana
Obat palsu bagaikan fenomena gunung es, hanya tampak permukaannya namun tak pernah diketahui berapa banyak yang beredar. Peredarannya juga sulit dikontrol, bisa menyusup ke mana saja termasuk di rumah sakit dan praktik dokter.
Obat palsu didefinisikan sebagai obat yang diproduksi oleh pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan. Tujuannya jelas untuk mencari untung, sementara faktor keamanan dan kemanjurannya tidak ada yang bisa menjamin.
"Untungnya pasti besar. Karena peredarannya ilegal, pembuat obat palsu tidak perlu mikir biaya marketing karena bisa 'ndompleng' obat aslinya," ujar Parulian Simanjuntak, direktur eksekutif International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) dalam acara media tour di pabrik Sanofi Aventis, Pulo Mas Jakarta, Senin (28/2/2011).
Parulian menambahkan, sebagian besar obat palsu memang beredar di pasar ilegal. Di Jakarta misalnya, orang mengenal Pasar Pramuka sebagai pusat peredaran obat-obat palsu yang tidak jelas asal usulnya.
Oleh karena itu, salah satu upaya antisipasi agar tidak salah membeli obat palsu adalah dengan membelinya di apotek. Menurut Parulian, jalur distribusi di apotek cukup ketat karena harus melalui distributor yang terpercaya seringga lebih terjamin keamanannya.
Meski demikian, Parulian mengakui bahwa tidak menutup kemungkinan obat palsu bisa menyusup ke jalur distribusi yang resmi. Menurutnya obat palsu bisa saja masuk ke instalasi farmasi rumah sakit dan tempat praktik dokter.
Mengenai jumlah obat palsu yang beredar di Indonesia saat ini, Parulian juga enggan menduga-duga. Menurutnya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sekalipun akan sulit mengungkap jumlahnya secara pasti.
"Kalau tahu berapa banyak obat palsu yang beredar, logikanya kita juga bisa mengungkap dari mana obat itu berasal," tambah Parulian.
Yang terpenting menurut Parulian, pasien atau konsumen bisa menghindari obat palsu dengan tidak membeli obat hanya karena harganya lebih murah. Pastikan obat hanya dibeli di tempat resmi, misalnya di apotek. [health.detik.com]
Obat palsu didefinisikan sebagai obat yang diproduksi oleh pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan. Tujuannya jelas untuk mencari untung, sementara faktor keamanan dan kemanjurannya tidak ada yang bisa menjamin.
"Untungnya pasti besar. Karena peredarannya ilegal, pembuat obat palsu tidak perlu mikir biaya marketing karena bisa 'ndompleng' obat aslinya," ujar Parulian Simanjuntak, direktur eksekutif International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) dalam acara media tour di pabrik Sanofi Aventis, Pulo Mas Jakarta, Senin (28/2/2011).
Parulian menambahkan, sebagian besar obat palsu memang beredar di pasar ilegal. Di Jakarta misalnya, orang mengenal Pasar Pramuka sebagai pusat peredaran obat-obat palsu yang tidak jelas asal usulnya.
Oleh karena itu, salah satu upaya antisipasi agar tidak salah membeli obat palsu adalah dengan membelinya di apotek. Menurut Parulian, jalur distribusi di apotek cukup ketat karena harus melalui distributor yang terpercaya seringga lebih terjamin keamanannya.
Meski demikian, Parulian mengakui bahwa tidak menutup kemungkinan obat palsu bisa menyusup ke jalur distribusi yang resmi. Menurutnya obat palsu bisa saja masuk ke instalasi farmasi rumah sakit dan tempat praktik dokter.
Mengenai jumlah obat palsu yang beredar di Indonesia saat ini, Parulian juga enggan menduga-duga. Menurutnya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sekalipun akan sulit mengungkap jumlahnya secara pasti.
"Kalau tahu berapa banyak obat palsu yang beredar, logikanya kita juga bisa mengungkap dari mana obat itu berasal," tambah Parulian.
Yang terpenting menurut Parulian, pasien atau konsumen bisa menghindari obat palsu dengan tidak membeli obat hanya karena harganya lebih murah. Pastikan obat hanya dibeli di tempat resmi, misalnya di apotek. [health.detik.com]
Laki - Laki Kelahiran 1980 Ke Atas, Jumlah Spermanya Semakin Berkurang
Produksi sel sperma para pria makin berkurang dari masa ke masa, diduga akibat peningkatan polusi yang mencemari makanan dan lingkungan. Dampaknya tidak hanya mengurangi kesuburan, tapi juga meningkatkan risiko kanker pada pria.
Penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Turku di Finlandia menunjukkan, jumlah sel sperma pria mulai berkurang sejak akhir dekade 1970-an. Hanya dalam 10 tahun, jumlah sperma rata-rata yang diproduksi para pria mengalami penurunan sekitar 30 persen.
Penelitian yang dilakukan di Finlandia itu mencatat, jumlah sperma yang dihasilkan pria kelahiran tahun 1979-1981 masih sekitar 227 juta/ml. Pria kelahiran tahun 1982-1983 menghasilkan sperma 202 juta/ml, sementara yang lahir di atas tahun 1983 hanya menghasilkan 165 juta/ml.
Meski hanya dilakukan di Finlandia, hasil penelitian ini diyakini bisa menjadi indikator kesuburan pria di seluruh dunia. Pasalnya selama ini pria Finlandia dianggap paling 'jantan' dari sisi kesuburan, karena produksi spermanya rata-rata lebih banyak dibanding pria lain di dunia.
Selain mengamati produksi sperma yang makin sedikit, para peneliti juga melihat risiko kanker pada pria yang cenderung meningkat. Dibandingkan pada kelompok pria yang lahir di era 1950-an, kanker testis lebih banyak menyerang pria-pria yang lahir setelah tahun 1980-an.
Para ahli menduga, kedua hal ini disebabkan oleh polusi yang mencemari makanan dan lingkungan. Pencemaran yang terus meningkat dari masa ke masa memicu gangguan pada pertumbuhan janin laki-laki ketika masih berada dalam kandungan, khususnya yang terkait dengan sistem reproduksi.
"Berkurangnya produksi sperma dan meningkatnya risiko kanker testis terjadi bersamaan, sehingga diduga penyebabnya adalah pencemaran yang sebenarnya bisa dicegah," tulis Prof Jorma Toppari yang memimpin penelitian tersebut, seperti dikutip dari BBC, Senin (7/3/2011).
Prof Toppari menyarankan untuk menindaklanjuti temuan dengan studi investigatif untuk mengidentifikasi polutan apa saja yang memicu perubahan tersebut. Kelak jika sudah dipastikan penyebabnya, produksi sperma bisa dijaga agar tidak terus berkurang pada generasi berikutnya.
[health.detik.com]
Penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Turku di Finlandia menunjukkan, jumlah sel sperma pria mulai berkurang sejak akhir dekade 1970-an. Hanya dalam 10 tahun, jumlah sperma rata-rata yang diproduksi para pria mengalami penurunan sekitar 30 persen.
Penelitian yang dilakukan di Finlandia itu mencatat, jumlah sperma yang dihasilkan pria kelahiran tahun 1979-1981 masih sekitar 227 juta/ml. Pria kelahiran tahun 1982-1983 menghasilkan sperma 202 juta/ml, sementara yang lahir di atas tahun 1983 hanya menghasilkan 165 juta/ml.
Meski hanya dilakukan di Finlandia, hasil penelitian ini diyakini bisa menjadi indikator kesuburan pria di seluruh dunia. Pasalnya selama ini pria Finlandia dianggap paling 'jantan' dari sisi kesuburan, karena produksi spermanya rata-rata lebih banyak dibanding pria lain di dunia.
Selain mengamati produksi sperma yang makin sedikit, para peneliti juga melihat risiko kanker pada pria yang cenderung meningkat. Dibandingkan pada kelompok pria yang lahir di era 1950-an, kanker testis lebih banyak menyerang pria-pria yang lahir setelah tahun 1980-an.
Para ahli menduga, kedua hal ini disebabkan oleh polusi yang mencemari makanan dan lingkungan. Pencemaran yang terus meningkat dari masa ke masa memicu gangguan pada pertumbuhan janin laki-laki ketika masih berada dalam kandungan, khususnya yang terkait dengan sistem reproduksi.
"Berkurangnya produksi sperma dan meningkatnya risiko kanker testis terjadi bersamaan, sehingga diduga penyebabnya adalah pencemaran yang sebenarnya bisa dicegah," tulis Prof Jorma Toppari yang memimpin penelitian tersebut, seperti dikutip dari BBC, Senin (7/3/2011).
Prof Toppari menyarankan untuk menindaklanjuti temuan dengan studi investigatif untuk mengidentifikasi polutan apa saja yang memicu perubahan tersebut. Kelak jika sudah dipastikan penyebabnya, produksi sperma bisa dijaga agar tidak terus berkurang pada generasi berikutnya.
[health.detik.com]
Transplantasi Hati Yang Pertama Di Indonesia
Tim dokter dari RSUPN Cipto Mangunkusumo berhasil melakukan transplantasi hati yang pertama di Indonesia. Prestasi tersebut diraih dibawah supervisi tim transplantasi hati dari Hangzhou, Cina bekerja sama dengan RS. Puri Indah Jakarta.
Proses transpantasi hati dilakukan pada 13 Desember 2010 terhadap Abdul Mukri (44) pasien hepatitis B dengan pendonor Nisa Zahra (18) anak pertamanya. Operasi kedua dilakukan pada pasien anak, Aulia (6) yang menderita hepatitis autoimun dengan pendonor ayah kandungnya Hariyanto yang dilakukan tanggal 15 Desember 2010.Kedua operasi tersebut dinyatakan berhasil.
Direktur RSCM dr.Akmal Taher, Sp.U menyebutkan operasi transplantasi hati merupakan operasi paling kompleks dalam dunia kedokteran karena itu tim dokter RSCM memerlukan persiapan selama 6 bulan.
“Pasca operasi pasien masih harus dalam pengawasan dokter selama 2 bulan. Karena itu baru sekarang kami berani menyatakan kedua operasi itu berhasil,” katanya.
Pasien hepatitis yang memerlukan cangkok hati, menurut dr.Sastiono Sp.B adalah pasien yang berada di stadium akhir atau sirosis. Di Indonesia sebenarnya cukup banyak pasien yang butuh cangkok hati namun terkendala pendonor.
“Belum banyak orang, bahkan anggota keluarga sendiri yang mau memberikan hatinya,” katanya.
Padahal, ungkapnya, cangkok hati berbeda dengan transplantasi organ tubuh lainnya. “Pada prinsipnya hanya sebagian saja hati yang dipotong karena hati punya sifat meregenerasi atau bisa tumbuh kembali,” imbuh ketua tim dokter transplantasi hati dari RSCM ini dalam acara serah terima pasien kepada institusi tempat pasien bekerja.
Ditambahkan oleh dr.Irsan Hasan, Sp.PD, operasi pencangkokan hati ini masih dalam fase transfer knowledge di bawah supervisi Profesor Shu-Sen Zheng dari Zhejiang University School of Medicine, Hangzhou, China.
“Setelah berhasil melakukan operasi transplantasi hati sampai 6 kali selanjutnya tim dokter kita akan melakukannya sendiri. Sekarang ini kami sedang menyiapkan operasi tahap 2 yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” paparnya.
Tim dokter transplantasi hati RSCM terdiri dari 34 orang dokter dari berbagai keahlian, termasuk dokter bedah, anastesi, patologi klinik, dokter anak, hingga ahli gizi. Keberhasilan ini juga diharapkan mampu membuktikan bahwa dokter tanah air mampu memberi layanan berstandar internasional dengan penghematan biaya hingga 50 persen dibanding biaya operasi serupa di luar negeri. [surya.co.id]
Proses transpantasi hati dilakukan pada 13 Desember 2010 terhadap Abdul Mukri (44) pasien hepatitis B dengan pendonor Nisa Zahra (18) anak pertamanya. Operasi kedua dilakukan pada pasien anak, Aulia (6) yang menderita hepatitis autoimun dengan pendonor ayah kandungnya Hariyanto yang dilakukan tanggal 15 Desember 2010.Kedua operasi tersebut dinyatakan berhasil.
Direktur RSCM dr.Akmal Taher, Sp.U menyebutkan operasi transplantasi hati merupakan operasi paling kompleks dalam dunia kedokteran karena itu tim dokter RSCM memerlukan persiapan selama 6 bulan.
“Pasca operasi pasien masih harus dalam pengawasan dokter selama 2 bulan. Karena itu baru sekarang kami berani menyatakan kedua operasi itu berhasil,” katanya.
Pasien hepatitis yang memerlukan cangkok hati, menurut dr.Sastiono Sp.B adalah pasien yang berada di stadium akhir atau sirosis. Di Indonesia sebenarnya cukup banyak pasien yang butuh cangkok hati namun terkendala pendonor.
“Belum banyak orang, bahkan anggota keluarga sendiri yang mau memberikan hatinya,” katanya.
Padahal, ungkapnya, cangkok hati berbeda dengan transplantasi organ tubuh lainnya. “Pada prinsipnya hanya sebagian saja hati yang dipotong karena hati punya sifat meregenerasi atau bisa tumbuh kembali,” imbuh ketua tim dokter transplantasi hati dari RSCM ini dalam acara serah terima pasien kepada institusi tempat pasien bekerja.
Ditambahkan oleh dr.Irsan Hasan, Sp.PD, operasi pencangkokan hati ini masih dalam fase transfer knowledge di bawah supervisi Profesor Shu-Sen Zheng dari Zhejiang University School of Medicine, Hangzhou, China.
“Setelah berhasil melakukan operasi transplantasi hati sampai 6 kali selanjutnya tim dokter kita akan melakukannya sendiri. Sekarang ini kami sedang menyiapkan operasi tahap 2 yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” paparnya.
Tim dokter transplantasi hati RSCM terdiri dari 34 orang dokter dari berbagai keahlian, termasuk dokter bedah, anastesi, patologi klinik, dokter anak, hingga ahli gizi. Keberhasilan ini juga diharapkan mampu membuktikan bahwa dokter tanah air mampu memberi layanan berstandar internasional dengan penghematan biaya hingga 50 persen dibanding biaya operasi serupa di luar negeri. [surya.co.id]
Gejala & Bahaya Terkena Radiasi Beracun
tidak hanya menimbulkan korban fatal dan kerusakan, gempa bumi dan tsunami di Jepang juga telah menyebabkan krisis nuklir. Pemerintah Jepang telah kesulitan untuk menjaga agar beberapa reaktor cukup keren untuk untuk mencegah pelepasan radiasi yang tidak terkontrol. Mereka juga tetap yakin bahwa kebocoran radiasi tidak akan terjadi.
Namun, apakah radiasi bisa berpengaruh terhadap warga Pasifik juga terkena dampak gempa bumi? Sebut saja penduduk di Hawaii dan Alsaka. Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) untuk memastikan kebocoran sementara risiko membahayakan kesehatan masyarakat reaktor diklasifikasikan sebagai sangat rendah. Risiko ini mungkin berasal dari kontaminasi radioaktif angin-dibebankan ke perairan Pasifik. Berikut serbaguna serba tentang bahaya radioaktif.
a. Apa yang terjadi jika kita terkena radiasi tingkat tinggi?
Paparan radiasi dapat menyebabkan keracunan yang menyebabkan kerusakan yang signifikan pada jaringan manusia dapat mencakup penuaan dini dan bahkan kematian. Timgkat paparan radiasi rendah dalam jangka panjang juga bisa memperburuk kesehatan. Kabarnya, beberapa pekerja di salah satu reaktor menunjukkan gejala penyakit akibat radiasi selama bencana.
b. Apa saja gejala keracunan radiasi?
Mual, muntah, dan diare biasanya gejala awal dan muncul dalam satu menit atau beberapa hari setelah terpapar radiasi. Bahkan, jika seseorang memiliki sindrom radiasi akut dan gejala-gejala muncul hanya beberapa menit, mereka masih mungkin terlihat baik, tetapi hanya sementara. Gejala tambahan pada akhirnya akan mengikuti, termasuk kehilangan nafsu makan, kelelahan, demam, dan mungkin kejang-kejang dan koma. Fase ini mungkin berlangsung beberapa jam atau beberapa bulan. Radiasi keracunan juga sering menyebabkan kerusakan kulit.
c. Bagaimana tingkat radiasi berbahaya?
Radiasi diukur dalam skala Sieverts dan efek dari keracunan radiasi juga tergantung pada jumlah Sieverts. Sebagai contoh, 1 Sievert radiasi dapat menyebabkan perdarahan dan 2.000 Sieverts dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dalam hitungan menit dan kematian dalam hitungan jam.
d. Apakah keracunan radiasi dapat diobati?
Ya, tetapi hanya dalam beberapa kasus. Kalium iodida dapat memblokir yodium radioaktif ketika dibawa ke kelenjar tiroid, melindunginya dari cedera. Namun, tidak akan melindungi bagian tubuh lainnya, atau kerusakan tiroid. [mediaindonesia.com]
Namun, apakah radiasi bisa berpengaruh terhadap warga Pasifik juga terkena dampak gempa bumi? Sebut saja penduduk di Hawaii dan Alsaka. Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) untuk memastikan kebocoran sementara risiko membahayakan kesehatan masyarakat reaktor diklasifikasikan sebagai sangat rendah. Risiko ini mungkin berasal dari kontaminasi radioaktif angin-dibebankan ke perairan Pasifik. Berikut serbaguna serba tentang bahaya radioaktif.
a. Apa yang terjadi jika kita terkena radiasi tingkat tinggi?
Paparan radiasi dapat menyebabkan keracunan yang menyebabkan kerusakan yang signifikan pada jaringan manusia dapat mencakup penuaan dini dan bahkan kematian. Timgkat paparan radiasi rendah dalam jangka panjang juga bisa memperburuk kesehatan. Kabarnya, beberapa pekerja di salah satu reaktor menunjukkan gejala penyakit akibat radiasi selama bencana.
b. Apa saja gejala keracunan radiasi?
Mual, muntah, dan diare biasanya gejala awal dan muncul dalam satu menit atau beberapa hari setelah terpapar radiasi. Bahkan, jika seseorang memiliki sindrom radiasi akut dan gejala-gejala muncul hanya beberapa menit, mereka masih mungkin terlihat baik, tetapi hanya sementara. Gejala tambahan pada akhirnya akan mengikuti, termasuk kehilangan nafsu makan, kelelahan, demam, dan mungkin kejang-kejang dan koma. Fase ini mungkin berlangsung beberapa jam atau beberapa bulan. Radiasi keracunan juga sering menyebabkan kerusakan kulit.
c. Bagaimana tingkat radiasi berbahaya?
Radiasi diukur dalam skala Sieverts dan efek dari keracunan radiasi juga tergantung pada jumlah Sieverts. Sebagai contoh, 1 Sievert radiasi dapat menyebabkan perdarahan dan 2.000 Sieverts dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dalam hitungan menit dan kematian dalam hitungan jam.
d. Apakah keracunan radiasi dapat diobati?
Ya, tetapi hanya dalam beberapa kasus. Kalium iodida dapat memblokir yodium radioaktif ketika dibawa ke kelenjar tiroid, melindunginya dari cedera. Namun, tidak akan melindungi bagian tubuh lainnya, atau kerusakan tiroid. [mediaindonesia.com]
4,7 Juta Balita Di Indonesia Mengalami Kurang Gizi
Sekitar 4,7 juta balita di Indonesia kini menderita gizi kurang dan 1,3 juta lainnya mengalami gizi buruk. Asisten III Pemprov Jabar Aip Rifai, di Bandung, Jumat (18/3/2011) mengatakan, data tersebut merupakan hasil sensus penduduk dan riskesdas 2010.
Dalam sensus tersebut, tercatat jumlah balita di Indonesia sebanyak 26,7 juta. Dari jumlah tersebut, 17,9 persen atau 4,7 juta balita menderita gizi kurang dan 5,4 persen atau 1,3 juta balita menderita menderita gizi buruk.
“Dengan demikian setidaknya ada 5,5 juta balita yang dikhawatirkan tidak berkualitas di masa yang akan datang,” ujar Rifai.
Dari 4,5 juta bayi yang lahir per tahun di Indonesia, terdapat 11,5 persen yang berat badannya rendah (kurang dari 2500 gram). Ini akan berakibat pada kualitas hidup di masa datang.
Rifai juga mengatakan, untuk merespon permasalahan tersebut pemerintah telah melaksanakan dan mengembangkan program pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana yang dapat memberikan kontribusi untuk mewujudkan manusia Jawa Barat yang mandiri, dinamis dan sejahtera.
Namun, yang cukup menarik saat ini terkait dengan isu kelembagaan yakni dengan terbitnya UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga.
Oleh karena itu, pihaknya berharap revitalisasi program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana dapat berjalan secara sinergis antara Pemprov Jabar dan kabupaten/kota yang ada. [surya.co.id]
Dalam sensus tersebut, tercatat jumlah balita di Indonesia sebanyak 26,7 juta. Dari jumlah tersebut, 17,9 persen atau 4,7 juta balita menderita gizi kurang dan 5,4 persen atau 1,3 juta balita menderita menderita gizi buruk.
“Dengan demikian setidaknya ada 5,5 juta balita yang dikhawatirkan tidak berkualitas di masa yang akan datang,” ujar Rifai.
Dari 4,5 juta bayi yang lahir per tahun di Indonesia, terdapat 11,5 persen yang berat badannya rendah (kurang dari 2500 gram). Ini akan berakibat pada kualitas hidup di masa datang.
Rifai juga mengatakan, untuk merespon permasalahan tersebut pemerintah telah melaksanakan dan mengembangkan program pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana yang dapat memberikan kontribusi untuk mewujudkan manusia Jawa Barat yang mandiri, dinamis dan sejahtera.
Namun, yang cukup menarik saat ini terkait dengan isu kelembagaan yakni dengan terbitnya UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga.
Oleh karena itu, pihaknya berharap revitalisasi program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana dapat berjalan secara sinergis antara Pemprov Jabar dan kabupaten/kota yang ada. [surya.co.id]
Penyebab Utama Yang Mengakibatkan Kerusakan Kulit
Percaya atau tidak, penggunaan kosmetik yang salah atau jarang membersihkan wajah bukan hanya penyebab rusaknya kulit. Ada empat faktor di luar itu yang menjadi sebab utama timbulnya kerusakan kulit.
Apa saja? Simak jawabannya di bawah ini, seperti yang dikutip dari styletips 101.
Stres
Stres merupakan musuh besar kulit, bahkan bisa memperparah kondisi kulit yang rusak. Kondisi negatif ini bisa menyebabkan timbulnya jerawat, psoriasis (sejenis penyakit dimana kulit mengalami proses pergantian terlalu cepat), eczema (eksim), gatal-gatal juga bintik-bintik merah.
Penting untuk Anda menghindari stres. Caranya bisa dengan rileks menggunakan minyak aromaterapi, perawatan spa, menonton film komedi atau sesekali rencanakan liburan.
Perubahan Diet yang Drastis
Diet yang dilakukan secara ekstrim juga menjadi salah satu penyebab utama kerusakan kulit. Kekurangn asam lemak karena diet berlebihan membuat kulit kehilangan kesegarannya. Sementara wanita yang mengalami gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia, akan kekurangan protein dan vitamin yang menyebabkan kulit sangat kering hingga terkelupas.
Paparan Sinar Matahari
Terkena paparan sinar matahari secara berlebihan dalam waktu yang lama, bisa mempercepat proses penuaan kulit dan menyebabkan timbulnya flek cokelat. Lebih dari itu, bisa menyebabkan kanker kulit.
Selalu gunakan krim tabir surya yang mengandung perlindungan UV-A dan UV-B, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Ulangi pengolesan krim setiap dua jam sekali agar perlindungannya lebih maksimal.
Kurang Tidur
Saat tidur dalam keadaan rileks, kulit akan beregenerasi dengan sendirinya. Jika kurang tidur, mata akan terlihat sembab, muncul lingkaran gelap bawah mata dan kulit akan tampak kusam. Kurang tidur juga menyebabkan timbulnya noda kecokelatan pada wajah. Jika Anda peduli dengan keindahan kulit, maka mulailah tidur sebelum pukul 1 pagi. [wolipop.com]
Apa saja? Simak jawabannya di bawah ini, seperti yang dikutip dari styletips 101.
Stres
Stres merupakan musuh besar kulit, bahkan bisa memperparah kondisi kulit yang rusak. Kondisi negatif ini bisa menyebabkan timbulnya jerawat, psoriasis (sejenis penyakit dimana kulit mengalami proses pergantian terlalu cepat), eczema (eksim), gatal-gatal juga bintik-bintik merah.
Penting untuk Anda menghindari stres. Caranya bisa dengan rileks menggunakan minyak aromaterapi, perawatan spa, menonton film komedi atau sesekali rencanakan liburan.
Perubahan Diet yang Drastis
Diet yang dilakukan secara ekstrim juga menjadi salah satu penyebab utama kerusakan kulit. Kekurangn asam lemak karena diet berlebihan membuat kulit kehilangan kesegarannya. Sementara wanita yang mengalami gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia, akan kekurangan protein dan vitamin yang menyebabkan kulit sangat kering hingga terkelupas.
Paparan Sinar Matahari
Terkena paparan sinar matahari secara berlebihan dalam waktu yang lama, bisa mempercepat proses penuaan kulit dan menyebabkan timbulnya flek cokelat. Lebih dari itu, bisa menyebabkan kanker kulit.
Selalu gunakan krim tabir surya yang mengandung perlindungan UV-A dan UV-B, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Ulangi pengolesan krim setiap dua jam sekali agar perlindungannya lebih maksimal.
Kurang Tidur
Saat tidur dalam keadaan rileks, kulit akan beregenerasi dengan sendirinya. Jika kurang tidur, mata akan terlihat sembab, muncul lingkaran gelap bawah mata dan kulit akan tampak kusam. Kurang tidur juga menyebabkan timbulnya noda kecokelatan pada wajah. Jika Anda peduli dengan keindahan kulit, maka mulailah tidur sebelum pukul 1 pagi. [wolipop.com]
Ciri - Ciri Sudah Mengalami Menopause
Pada tulisan ini saya tidak akan membahas penyebab dan cara mengurangi gejala menopause karena kalau dibahas dalam satu tulisan akan terlalu panjang. Pembahasan tentang penyebab dan penanggulangan gejala menopause akan saya bahas di lain kesempatan.
Sebelumnya saya cuplik sedikit apa yang dimaksud dengan menopause. Seorang wanita disebut memasuki atau mengalami menopause bila yang bersangkutan tidak menstruasi lagi dalam rentang waktu 12 bulan. Usia saat seorang wanita memasuki menopause masih menjadi perdebatan sengit, tapi sebagai pegangan beberapa ahli di bidang menopause memberi ancer ancer umur antara 45 sampai 55 tahun.
Lalu apa yang terjadi saat wanita memasuki masa menopause? Untuk diketahui, gejala dan tanda menopause yang dialami seorang wanita sifatnya sangat individual. Bagi wanita yang tahan banting, mereka tidak akan terlalu merasakan gejala saat memasuki masa menopause, sebaliknya yang agak ‘perasa’ akan merasakan keluhan hebat baik fisik maupun mental. Beberapa tanda dan gejala tersebut antara lain :
Perdarahan
Perdarahan disini adalah perdarahan yang keluar dari vagina. Tidak seperti menstruasi yang datangnya teratur, perdarahan yang terjadi pada wanita menopause tidak teratur. Gejala ini terutama muncul pada saat permulaan menopause. Perdarahan akan muncul beberapa kali dalam rentang beberapa bulan untuk kemudian berhenti sama sekali. Karena munculnya pada masa awal menopause, gejala ini sering disebut gejala peralihan.
Rasa panas dan keringat malam
Rasa panas sering dialami wanita yang memasuki masa menopause. Perasaan ini sering dirasakan mulai dari wajah menyebar ke seluruh tubuh. Rasa panas ini sering disertai dengan warna kemerahan pada kulit dan berkeringat. Perasaan ini sering terjadi selama 30 detik sampai dengan beberapa menit. Meskipun penjelasan tentang fenomena ini belum diketahui dengan pasti namun diduga terjadi akibat dari fluktuasi hormon estrogen. Seperti diketahui, pada saat menopause, kadar hormon estrogen dalam darah akan anjlok secara tajam sehingga berpengaruh terhadap beberapa fungsi tubuh yang dikendalikan oleh hormon ini.
Sampai saat ini belum ditemukan metode untuk memperkirakan pada usia berapa penomena ini akan muncul dan kapan akan berakhir. Rasa panas ini bahkan sudah terjadi sebelum seorang wanita memasuki masa menopause. Gejala ini akan menghilang dalam 5 tahun pada sekitar 80% wanita, sisanya akan terus mengalaminya sampai dengan 10 tahun.
Sialnya, disamping rasa panas dan kemerahan, penderitaan wanita yang sedang menopause juga ditambah dengan keringatan di malam hari. Gejala ini tentu akan menganggu tidur yang menyebabkan wanita yang mengalaminya akan selalu kurang tidur.
Gejala pada vagina
Gejala pada vagina muncul akibat dari perubahan yang terjadi pada lapisan dinding vagina. Vagina menjadi kering dan kurang elastis akibat dari penurunan kadar estrogen. Selain itu muncul pula rasa gatal pada vagina dan yang lebih parah adalah rasa sakit saat berhubungan seksual. Perubahan pada vagina ini juga mengakibatkan wanita menopause rentan terhadap infeksi vagina.
Gejala perkemihan
Perubahan yang terjadi pada lapisan vagina juga terjadi pada saluran urethra. Urethra adalah saluran yang menyalurkan air seni dari kandung kemih ke luar tubuh. Saluran urethra juga akan mengering, menipis dan berkurang keelastisannya akibat dari penurunan kadar estrogen. Perubahan ini akan menyebabkan wanita menopause rentan terkena infeksi saluran kencing, selalu ingin kencing dan ngompol.
Gejala emosional dan kognitif
Wanita yang akan memasuki masa menopause sering mengalami gejala emosional dan kognitif yang bervariasi. Gejala ini antara lain, kelelahan mental, masalah daya ingat, lekas marah, dan perubahan mood yang berlangsung cepat. Sangat sulit untuk mengetahui gejala yang manakah yang dipengaruhi oleh perubahan hormon. Perubahan emosional ini terkadang tidak disadari oleh wanita yang sedang menopause sehingga perlu pendekatan khusus untuk masalah ini. Pendekatan ini untuk meyakinkan wanita tersebut atas apa yang sedang diderita. Keringat dingin yang muncul juga memberi kesan kelelahan fisik akibat dari kurang tidur.
Perubahan fisik yang lain
Perubahan fisik lainnya antara lain perubahan distribusi lemak tubuh yang mana pada wanita menopause lemak akan menumpuk pada pinggul dan perut. Perubahan tekstur kulit, kerutan kulit, dan terkadang disertai dengan jerawat.
Setelah sekian lama membahas tubuh manusia yang segar segar, tidak apa khan sekali sekali membahas yang sudah uzur. Kita tidak bisa menutup mata, kelak kita pasti akan mengalaminya. [blogdokter.net]
Sebelumnya saya cuplik sedikit apa yang dimaksud dengan menopause. Seorang wanita disebut memasuki atau mengalami menopause bila yang bersangkutan tidak menstruasi lagi dalam rentang waktu 12 bulan. Usia saat seorang wanita memasuki menopause masih menjadi perdebatan sengit, tapi sebagai pegangan beberapa ahli di bidang menopause memberi ancer ancer umur antara 45 sampai 55 tahun.
Lalu apa yang terjadi saat wanita memasuki masa menopause? Untuk diketahui, gejala dan tanda menopause yang dialami seorang wanita sifatnya sangat individual. Bagi wanita yang tahan banting, mereka tidak akan terlalu merasakan gejala saat memasuki masa menopause, sebaliknya yang agak ‘perasa’ akan merasakan keluhan hebat baik fisik maupun mental. Beberapa tanda dan gejala tersebut antara lain :
Perdarahan
Perdarahan disini adalah perdarahan yang keluar dari vagina. Tidak seperti menstruasi yang datangnya teratur, perdarahan yang terjadi pada wanita menopause tidak teratur. Gejala ini terutama muncul pada saat permulaan menopause. Perdarahan akan muncul beberapa kali dalam rentang beberapa bulan untuk kemudian berhenti sama sekali. Karena munculnya pada masa awal menopause, gejala ini sering disebut gejala peralihan.
Rasa panas dan keringat malam
Rasa panas sering dialami wanita yang memasuki masa menopause. Perasaan ini sering dirasakan mulai dari wajah menyebar ke seluruh tubuh. Rasa panas ini sering disertai dengan warna kemerahan pada kulit dan berkeringat. Perasaan ini sering terjadi selama 30 detik sampai dengan beberapa menit. Meskipun penjelasan tentang fenomena ini belum diketahui dengan pasti namun diduga terjadi akibat dari fluktuasi hormon estrogen. Seperti diketahui, pada saat menopause, kadar hormon estrogen dalam darah akan anjlok secara tajam sehingga berpengaruh terhadap beberapa fungsi tubuh yang dikendalikan oleh hormon ini.
Sampai saat ini belum ditemukan metode untuk memperkirakan pada usia berapa penomena ini akan muncul dan kapan akan berakhir. Rasa panas ini bahkan sudah terjadi sebelum seorang wanita memasuki masa menopause. Gejala ini akan menghilang dalam 5 tahun pada sekitar 80% wanita, sisanya akan terus mengalaminya sampai dengan 10 tahun.
Sialnya, disamping rasa panas dan kemerahan, penderitaan wanita yang sedang menopause juga ditambah dengan keringatan di malam hari. Gejala ini tentu akan menganggu tidur yang menyebabkan wanita yang mengalaminya akan selalu kurang tidur.
Gejala pada vagina
Gejala pada vagina muncul akibat dari perubahan yang terjadi pada lapisan dinding vagina. Vagina menjadi kering dan kurang elastis akibat dari penurunan kadar estrogen. Selain itu muncul pula rasa gatal pada vagina dan yang lebih parah adalah rasa sakit saat berhubungan seksual. Perubahan pada vagina ini juga mengakibatkan wanita menopause rentan terhadap infeksi vagina.
Gejala perkemihan
Perubahan yang terjadi pada lapisan vagina juga terjadi pada saluran urethra. Urethra adalah saluran yang menyalurkan air seni dari kandung kemih ke luar tubuh. Saluran urethra juga akan mengering, menipis dan berkurang keelastisannya akibat dari penurunan kadar estrogen. Perubahan ini akan menyebabkan wanita menopause rentan terkena infeksi saluran kencing, selalu ingin kencing dan ngompol.
Gejala emosional dan kognitif
Wanita yang akan memasuki masa menopause sering mengalami gejala emosional dan kognitif yang bervariasi. Gejala ini antara lain, kelelahan mental, masalah daya ingat, lekas marah, dan perubahan mood yang berlangsung cepat. Sangat sulit untuk mengetahui gejala yang manakah yang dipengaruhi oleh perubahan hormon. Perubahan emosional ini terkadang tidak disadari oleh wanita yang sedang menopause sehingga perlu pendekatan khusus untuk masalah ini. Pendekatan ini untuk meyakinkan wanita tersebut atas apa yang sedang diderita. Keringat dingin yang muncul juga memberi kesan kelelahan fisik akibat dari kurang tidur.
Perubahan fisik yang lain
Perubahan fisik lainnya antara lain perubahan distribusi lemak tubuh yang mana pada wanita menopause lemak akan menumpuk pada pinggul dan perut. Perubahan tekstur kulit, kerutan kulit, dan terkadang disertai dengan jerawat.
Setelah sekian lama membahas tubuh manusia yang segar segar, tidak apa khan sekali sekali membahas yang sudah uzur. Kita tidak bisa menutup mata, kelak kita pasti akan mengalaminya. [blogdokter.net]
Cara Mengobati Luka Sariawan
Masalah gangguan kesehatan rongga mulut yang paling sering dialami banyak orang adalah sariawan. Sariawan bisa terasa sangat menyakitkan bahkan bisa menurunkan nafsu makan. Jangan biarkan masalah ini terjadi terlalu lama, segera atasi dengan cara yang tepat.
Seperti dikutip dari Times of India, sariawan merupakan borok mulut yang sering terjadi di bibir, lidah atau gusi. Masalah ini pun seringkali menyebabkan penderita sulit menelan makanan dan minuman. Warna luka akibat sariawan akan terlihat putih atau kuning atau bahkan kemerahan.
Hal yang bisa memicu terjadinya sariawan adalah terlalu banyak makan makanan asam atau pedas, alergi makanan, kesehatan gigi yang buruk, menggigit lidah atau pipi, stres, dan bahkan kekurangan gizi karena vitamin B dan C. Biasanya, sariawan akan sembuh dalam tujuh hingga 10 hari. Berikut adalah beberapa solusi untuk mengatasi sariawan:
1. Mengunyah 4-5 lembar daun kemangi dan air minum. Cara ini efektif untuk meredakan nyeri sariawan dan segera menyembuhkan.
2. Makan tomat mentah merupakan obat untuk mengatasi sariawan. Atau bisa juga, kumur menggunakan jus tomat.
3. Tips lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengoleskan ramuan pasta yang terbuat dari tumbukan kunyit dicampur dengan satu sendok teh gliserin. Oleskan pasta ini dibagian luka.
4. Ambil santan dan pijat lembut bagian mulut yang mengalami sariawan.
5. Berkumur dengan obat kumur, sebelum tidur dan setelah makan siang serta makan malam. Cara ini tidak hanya mencegah pembentukan ulkus mulut tetapi juga mencegah bau mulut.
6. Oleskan pasta gigi dibagian luka
7. Hindari minum cairan panas seperti teh, kopi dan menghindari makanan berminyak, serta makanan pedas. Ini hanya akan memperburuk kondisi luka mulut.
8. Mengkonsumsi makanan yang kaya kalsium dan vitamin C, misalnya, makanan seperti yogurt, susu, keju dan jus jeruk.
9. Hindari makan makanan non-vegetarian karena mereka bisa meningkatkan tingkat keasaman dalam tubuh.
Seperti dikutip dari Times of India, sariawan merupakan borok mulut yang sering terjadi di bibir, lidah atau gusi. Masalah ini pun seringkali menyebabkan penderita sulit menelan makanan dan minuman. Warna luka akibat sariawan akan terlihat putih atau kuning atau bahkan kemerahan.
Hal yang bisa memicu terjadinya sariawan adalah terlalu banyak makan makanan asam atau pedas, alergi makanan, kesehatan gigi yang buruk, menggigit lidah atau pipi, stres, dan bahkan kekurangan gizi karena vitamin B dan C. Biasanya, sariawan akan sembuh dalam tujuh hingga 10 hari. Berikut adalah beberapa solusi untuk mengatasi sariawan:
1. Mengunyah 4-5 lembar daun kemangi dan air minum. Cara ini efektif untuk meredakan nyeri sariawan dan segera menyembuhkan.
2. Makan tomat mentah merupakan obat untuk mengatasi sariawan. Atau bisa juga, kumur menggunakan jus tomat.
3. Tips lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengoleskan ramuan pasta yang terbuat dari tumbukan kunyit dicampur dengan satu sendok teh gliserin. Oleskan pasta ini dibagian luka.
4. Ambil santan dan pijat lembut bagian mulut yang mengalami sariawan.
5. Berkumur dengan obat kumur, sebelum tidur dan setelah makan siang serta makan malam. Cara ini tidak hanya mencegah pembentukan ulkus mulut tetapi juga mencegah bau mulut.
6. Oleskan pasta gigi dibagian luka
7. Hindari minum cairan panas seperti teh, kopi dan menghindari makanan berminyak, serta makanan pedas. Ini hanya akan memperburuk kondisi luka mulut.
8. Mengkonsumsi makanan yang kaya kalsium dan vitamin C, misalnya, makanan seperti yogurt, susu, keju dan jus jeruk.
9. Hindari makan makanan non-vegetarian karena mereka bisa meningkatkan tingkat keasaman dalam tubuh.
Subscribe to:
Posts (Atom)











