Wednesday, September 1, 2010

Enam Hal yang Haram di Lakukan Saat Berkencan

Orang bilang jatuh cinta itu tidak pandang bulu. Jatuh cinta membuat orang kehilangan akal sehat dan logika. Hm, padahal menggunakan logika saat berkencan juga baik kok. Kenapa? agar kamu tidak terlalu sakit saat kencan berakhir pada keputusan bubar. Kalau kamu tetap memaksakan? setidaknya kamu sudah tahu konsekuensinya!

1. Jangan berkencan dengan teman se-kantor
Berkencan dengan teman sekantor akan membuat kita di awasi lebih ketat oleh atasan. Kita juga bisa jadi sasaran empuk banyolan dari teman-teman sekantor. Kita juga akan dijadikan kambing hitam saat kinerja merosot. Kalau putus? Wah, rasanya kiamat deh, jadi gunjingan dan bahan gosip. Selain itu? Tiap hari harus tetap ketemu muka si doi!

2. Pelarian? Tidak akan pernah sukses
Baru putus 1 bulan dan kamu mengaku sudah menemukan pasangan kembali? hm, bahkan hati dan perasaan kamu sendiri belum pulih. Jangan pernah memaksakan. Kamu akan terus membandingkan si dia dengan mantan kamu! Berikan hati dan pikiran kamu waktu untuk kembali siap menjalani hubungan serius yah.

3. Jangan berkencan dengan mantan teman kamu!
Coba sekarang posisinya di balik?mantanmu berkencan dengan teman atau sahabat kamu? Meskipun kamu dan mantan putus baik-baik dan kamu sudah melupakannya tetap saja aneh rasanya.

4. Satu orang dalam satu waktu
Mengapa harus seperti itu? Karena kamu harus benar-benar menyakinkan diri kamu kalau dia adalah pilihan yang paling tepat dari sekian banyak kandidat. Jika belum yakin benar, biarkan kamu menjajaki semuanya. Sampai kamu yakin dialah orangnya.

5. Biarkan si dia menjalankan perannya
Memang sih saat ini perempuan juga bisa menyatakan perasaannya lebih dahulu. Namun untuk menyakinkan sebuah hubungan, biarkan dia yang lebih dahulu menyatakan perasaannya. Mengapa? biarkan dia (cowok) menjalankan perannya untuk menyatakan cinta lebih dahulu. Kamu bisa dinilai tipe cewek agresif dan membuat dia mundur perlahan lho.

6. Jangan lengket seperti perangko
Teman, kelaurga, hobi, karir, klub atau komunitas apapun yang bisa menyibukkan dirimu dan membuat pasangan makin kangen ingin ketemu kamu. Namun yang lebih penting lagi? Hal tersebut akan membuat si dia menganggumi kamu sebagai cewek mandiri, percaya diri dan berbeda dari kebanyakan cewek lainnya. Yah, kamu mencuri perhatian si dia!

sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/08/enam-hal-yang-haram-di-lakukan-saat.html

Ternyata Cewek Lugu Juga Bisa Perkosa Seorang Pria

Selama ini pria selalu diidentikan sebagai pelaku utama kasus perkosaan, rasanya tidak pernah dengar di koran berita seorang cewek perkosa seorang cowok, bila adapun kasusnya bisa jadi jarang sekali dan mungkin tidak terekspose, bisa jadi karena korban tidak merasa dirugikan tapi malah menikmati, ha ha ha

Tapi berikut ini nyata sebuah kasus perkosaan yang dilakukan oleh seorang wanita pada pria tulen dan adegan itu tertangkap kamera, lalu diabadikan dalam sebuah koleksi foto yang diambil dari Kompasiana, wah puasa puasa kok lihat yang beginian, batal nggak ya?







sumber: http://ruanghati.com/2010/09/02/ternyata-cewek-lugu-juga-bisa-perkosa-seorang-pria/

5 Cara Unik Dalam Melukis

1. Butt Painting
Pelukis ini bernama Stephen Murmer. Dia merupakan guru seni di suatu sekolah negara Virginia. Tapi ia sudah dipecat karena pejabat sekolah tidak setuju dengan caranya melukis, yaitu dengan menggunakan pantat. Stephen melukis abstrak dengan menggunakan pantatnya dan kadang-kadang malah menggunakan alat kelaminnya untuk detil-detil tertentu.

2. Breast Painting
Wanita ini berasal dari Tasmania (Australia). Dia merubah kuas cat dengan menggunakan dadanya untuk membuat suatu lukisan-lukisan abstrak. Dia terinspirasi menggunakan teknik ini dari internet. Dia menandai tiap lukisanya dengan menggunakan puting susunya agar karyanya tidak bisa dipalsukan.

3. Tongue Painting
Ani K merupakan guru dari India yang menggunakan lidahnya untuk melukis. Ia melakukanya karena terinspirasi saat melihat pria melukis dengan menggunakan kaki. Meskipun ia menderita sakit pada leher dan badan karena melakukanya, namun ia sangat puas, karena atas caranya yang unik tersebut, dia dapat menciptakan lukisan yang sangat luar biasa indah.

4. Teeth Painting
Christopher Kuster adalah seniman yang melukis dengan menggunakan giginya. Chris sedang menjalani perawatan karena ia pernah mengalami kecelaan saat ia berenang tahun 1992. Kecelakaan tersebuat membuat bagian kiri tubuhnya menjadi lumpuh. Namun ia patut berbangga, karena meskipun ia lumpuh, ia bisa membuat lukisan yang sangat indah.

5. Eyeball Painting
Xiang Chen adalah seniman yang memiliki bakat yang tidak biasa. Seniman ini dapat melukis kaligrafi di bawah kelopak matanya. Dengan kelopak matanya dan sedikit campuran seni, maka jadilah suatu lukisan yang luar biasa indah.

sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/08/cara-unik-dalam-melukis.html

Kuil Xuan Kong: Kuil yang Bergantung di Awang-awang

Kuil Xuan Kong terletak di bawah kaki gunung di atas tebing terjal dan curam di Puncak Sekatan Hijau pada kedua sisi ngarai Jin Long. Gunung di sini tinggi dan terjal, kedua sisinya tegak lurus ratusan meter, tebingnya yang terjal dan curam seperti belahan kapak dan irisan pisau, hanya saja bagian tengahnya agak cekung.

Kuil Xuan Kong telah memanfaatkan satu-satunya tempat berpijak kemudian membangunnya di tengah-tengah tebing tinggi dan terjal, itu juga dapat dikatakan dibangun di atas tebing yang sangat curam. Kuil Xuan Kong membangun kuilnya menggantung di tengah awang-awang, ini pasti sangat mempunyai arti yang mendalam.

Di tahun yang ke-23 Dinasti Tang (tahun 735), di mana setelah penyair Agung Li Bai berwisata menikmati keindahan Kuil Xuan Kong, telah menulis dua kata "Zhuang Guan" (pemandangan yang megah) di atas batu tebing. Kuil Xuan Kong dengan konstruksi yang mendebarkan hati serta bentuknya yang sangat unik, maka dinobatkan sebagai juara dari 18 pemandangan di Gunung Heng.

Struktur Kuil Xuan Kong sangat halus dan indah, seluruh kuil ditopang oleh kayu yang tegak dan mendatar. Semua belandar yang dijadikan sebagai balok penyangga ini disebut: pikulan pipih besi, dengan menggunakan hasil setempat yang khas yaitu sejenis pohon yang mirip cemara, lalu diolah menjadi balok segi empat, kemudian ditancapkan dalam-dalam ke batu karang yang keras. Dan katanya, kayu belandar telah direndam dengan minyak kayu Tung yang memiliki fungsi antilapuk.

Lagi pula setiap batang kayu yang tegak itu jasanya juga tidak dapat dipungkiri. Semua penempatan kayu ini telah melalui perhitungan yang sangat cermat, untuk memastikan supaya bisa menyangga seluruh konstruksi Kuil Xuan Kong.

Konon katanya, ada tiang kayu yang berfungsi sebagai penahan beban, ada yang digunakan untuk keseimbangan tinggi rendahnya kamar loteng, ada yang harus ditambah beban tertentu di atasnya baru bisa mengembangkan efek penyangganya, jika kosong tidak ditambah beban apa pun, maka dia tidak dapat meminjam kekuatannya untuk menyangga.

Prinsip yang unik ini sangat sulit dibanyangkan oleh teori ilmu pengetahuan modern. Maka jika dipandang dari kejauhan orang-orang menamakan Kuil Xuan Kong sebagai: Tiga utas ekor kuda yang bergantungan di awang-awang.

Konon katanya Kuil Xuan Kong dibangun oleh seorang biksu yang bernama Liao Ran pada masa Dinasti Wei Utara (tahun 386-534), dan hingga sekarang telah lebih dari 1.400 tahun. Meskipun telah direnovasi dan bahkan kerap diguncang gempa bumi, namun seluruh strukturnya tetap baik, tidak mengalami kerusakan. Ini dapat dikatakan sebagai keajaiban dalam sejarah bangunan.

Namun yang lebih membuat orang merenungkannya adalah bangunan Kuil Xuan Kong sama sekali tidak dibangun menurut desain sebagaimana lazimnya. Bagi orang yang menempati Kuil Xuan Kong juga ada syaratnya, dan syaratnya ini adalah alamiah, bukan dibuat oleh manusia.

Sebab orang yang penakut sama sekali tidak berani tinggal di tempat awang-awang. Kuil Xuan Kong memiliki balairung kamar loteng lebih dari 40 ruangan. Bagian atas dan bawah dihubungkan dengan tangga spiral, jika berjalan di atas tangga kayu, maka orang depan sepertinya menginjak di atas kepala orang di belakang.

Antara paviliun pusat dan paviliun samping ada jalan papan, begitu diinjak bergetaran dan menimbulkan suara krek, melalui celah papan masih bisa terlihat ratusan meter jurang yang dalam, membuat orang terkejut dan takut. Namun bagi biksu yang bersih hati dan pikirannya, mereka tidak akan merasa takut. Jika dilihat dari pemikiran orang sekarang, karena sekarang segala-galanya bersandar pada teori pembuktian secara ilmiah, maka bagaimana berani tinggal di atas sana?

Namun bagi biksu, karena dia percaya pada Buddha: "Ada Buddha yang melindungi", dan "kehidupan sudah ditakdirkan" dan pemikiran-pemikiran lainnya, maka dia tidak akan memandang hidup dan mati itu dengan begitu berat, orang-orang yang tinggal di kuil tersebut merasa "ada Buddha sehingga hatinya menjadi tenang". Semua ini dengan jelas memperlihatkan konsep pemikiran yang berbeda. Yang lebih membuat orang merasa takjub seharusnya adalah konsepsi desain dan pemilihan lokasi.

"Membangun kuil di atas tebing", usulan ini, jika dicetuskan sekarang, maka kemungkinan besar akan ditolak oleh ilmuwan modern. Lalu apakah dasarnya? Teori ilmiah modern berpendapat bahwa diterpa angin dan dijemur matahari, atau perubahan lingkungan alam, fisik gunung mungkin akan mengelupas, pelapukan, tanah longsor dan adanya krisis lainnya. Sebenarnya, jika ilmuwan menggunakan teori modern mungkin sama sekali tidak mempunyai pemikiran seperti ini.

Namun Biksu Liao Ran telah muncul ide tersebut, mengapa dia berani berpikiran seperti ini? Dia adalah seorang yang Xiulian (berkultivasi dan latihan), dia tahu adanya prinsip sejati alam, dia memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi terhadap alam raya.

Dia mungkin berpikir: "Buddha bisa melindungi orang yang percaya Buddha", "Gunung ada Dewa Gunung yang mengurusnya" dll. Maka dia sama sekali tidak menganggap fisik gunung ada sesuatu bahaya, meskipun ada bahaya juga bisa menghindar, "mengubah kemalangan menjadi kemujuran, menjumpai kesulitan menjadi keberuntungan!"

Sebenarnya, Kuil Xuan Kong telah membuktikan bahwa biksu dan orang-orang yang Xiulian ini mempunyai keyakinan yang lurus akan Buddha. Jika tidak ada keyakinan yang lurus terhadap hukum Buddha, pada dasarnya dapat dikatakan tidak mungkin membangun kuil di atas tebing tinggi yang terjal dan curam.

Biksu Liao Ran pada masa Dinasti Wei Utara justru adalah saat yang tepat di mana ajaran Buddha bisa berkembang luas di China, orang-orang pada waktu itu juga dipastikan tidak akan bisa mendapatkan pelajaran ilmu pengetahuan modern, latar belakang sejarah ini tidak boleh diabaikan.

Maka dilihat dari sudut ini, orang yang Xiulian hukum Buddha juga merupakan orang yang menguasai benar ilmu pengetahuan yang sesungguhnya, hukum Buddha juga merupakan ilmu pengetahuan yang sesungguhnya, tentunya dengan hasrat yang tulus.

"Kuil yang bergantung" ini pasti akan sama seperti lampu merkuri menerangi sanubari semua orang, memberi dorongan kepada orang-orang menyelidiki dunia yang masih belum diketahui.

sumber: http://strano66.blogspot.com/2010/08/kuil-xuan-kong-kuil-yang-bergantung-di.html